Tuesday, September 14, 2010

Sunday, September 12, 2010

Caught in the middle

Assalamualaikum.

Reminds me of my all-time favourite song by a1. Lol.

But seriously. I AM caught in the middle.

Hm.

-_-

Monday, September 6, 2010

True

"True friendship comes when the silence between 2 people is comfortable"
-- Farah Yasmin Hasbullah, quoting Dave Tyson Gentry

That made my day, beb. I love you! :-*

Wednesday, September 1, 2010

If a song could get me you

Assalamualaikum

-

Dudududu

You don't have Kian's bluest eyes
Your charm is nothing like Shane's
You're not as hot as Nicky either
And you lack Mark's soulful voice

...but I still like you


Oh. I'll have to pen another song for this one.

Macamlah pandai sangat pun buat lagu. Tch.

-

Sekolah nak buka dah. Setiap kali nak buka sekolah mesti ada perasaan keliru.

Oh Tuhanku.

-

Dengar cerita University of Wisconsin-Madison is no longer a top university.

Aku ke yang jatuhkan rank university? Haha. Hebat betul penangan aku.

Offended gila.

-

Tahu tak, sometimes there are things better left unsaid.

There are things better kept inside.

-

I'm so in love with them, everything about them is so comel to me. They bring out the child in me.

I feel so young loving them bah!

I'm obsessed like I used to be when I was 12 (and now I'm 21).

Adakah angka satu dan dua itu yang menambah parah?

I hope school's gonna distract me a bit from them.

-

Kita tak boleh simpan kuku panjang sebab nanti ada E.Coli.

Kalau kuku kita kuku besi, boleh la kan?

Lolololollll. :))

-

Please note the label for this post: ROJAK.

Monday, August 16, 2010

Alhamdulillah

Assalamualaikum.

Saya sering ada masalah untuk menginterpretasikan perasaan saya yang bercampur-aduk. Haha.

Pertamanya, alhamdulillah, saya lega kerana urusan perpindahan rumah berlaku dengan lancar. Walaupun ada sedikit cacat-cela di sana sini (eg. furniture belum masuk lagi, lampu banyak yang tak menyala), tetapi alhamdulillah. Allah permudahkan semua urusan kami. Secara peribadi saya mahu berterima kasih kepada Sarah dan Dalila kerana sudi menumpangkan barang-barang kami di rumah mereka sementara menunggu masuk rumah baru.

Keduanya, alhamdulillah, (sepatutnya perkara ni saya tulis sebelum saya sebut pasal pindah rumah) saya dan Farah selamat tiba di Madison dari Malaysia buat kali kedua. Allah banyak membantu kami sepanjang perjalanan kami. Saya sering teringat satu persoalan Inggeris "do you believe in miracles?". Jawapan saya, ya saya percaya pada keajaiban, tetapi keajaiban itu tidak lain dan tidak bukan hanyalah dari kuasa Allah.

Walaupun perjalanan kali ini paling lama dan memenatkan (dan terlalu banyak flight delay), yang mana masa perjalanan mengambil masa lebih kurang 35 jam (ke 36, saya tak ingat), tetapi saya merasakan Allah sentiasa memelihara kami berdua sepanjang perjalanan. Saya merasakan diri ini sangat kerdil sebagai hamba-Nya, namun pada masa yang sama, saya merasa disayangi oleh-Nya. Dan perasaan itu cukup membahagiakan. Benarlah kata orang, tiada yang lebih membahagiakan dari meraih cinta yang paling agung.

Kali ini, saya lebih tenang untuk balik ke Madison berbanding kali pertama saya datang ke Amerika dahulu. Saya merasa lebih lega, lebih bersedia, dan lebih gembira. Saya akui hati saya berat untuk meninggalkan keluarga buat kali kedua, tetapi saya ada panggilan jihad untuk disambut. Saya akui fikiran saya tidak serabut seperti pertama kali meninggalkan tanah air dulu. Alhamdulillah, saya lebih tenang kali ini. Semoga Allah tidak menarik kembali nikmat ketenangan ini.

Beberapa jam sebelum saya berangkat ke KLIA tempoh hari, saya ada berjumpa dengan jiran sebelah rumah sekejap. Saya panggilnya Auntie Natrah. Keluarga saya sudah lama berjiran dengan keluarganya. Pada waktu itu, saya bertemu sekejap dengannya sebagai tanda menghormatinya sebelum saya pulang ke Madison semula. Ketika berbual dengannya, ada satu ayatnya yang cukup menggetar hati kecil saya:

"Nina kali ni pergi sana dah lega sikit kan, tak macam dulu..."

Kemudian mak saya yang ketika itu di sebelah saya, menyampuk, "Ha'ah, dia kata dulu dia stress!"

Saya hanya tersenyum dan mengangguk, tidak memberi respon lain. Hakikatnya saya terharu kerana masih ada seseorang yang memahami keadaan saya, walaupun saya hanya menyedarinya setahun kemudian.

Berbalik pada cerita utama...

Ketiganya... saya juga merasa sedih di kala ini. Teman lelaki saya yang putih melepak, bernama V, kini sedang terlantar sakit di pangkuan seorang doktor di sini. Kata doktor tersebut, V masih ada harapan untuk diselamatkan tetapi mungkin pembedahan tersebut mengambil masa berbulan-bulan akibat kekurangan bahan ubat-ubatan di Amerika ini. Akan tetapi kos untuk menanggung rawatan V adalah tinggi dan dikatakan tidak berbaloi untuk saya. Saya sudah berbincang sedikit dengan ibu bapa saya, adakah patut saya terus menerus menunjukkan kesetiaan cinta saya pada V... tetapi mereka tidak membuat keputusan untuk saya. Mereka hanya mengatakan, kalau keadaan tidak mengizinkan, saya perlu meninggalkan V dan saya harus mencari teman lelaki lain yang mungkinnya lebih hebat daripada V.

Entahlah, saya sendiri tidak tahu yang mana yang lebih baik buat saya. Saya sangat menyayangi V kerana dialah yang menjadi teman sejati saya selama ini di kala saya senang dan susah. V lah yang menjadi pendengar setia saya, menjadi penghubung saya dengan keluarga tercinta di tanah air, menjadi peneman saya di kala sunyi, menjadi rakan baik yang sudi mendengar lagu-lagu yang saya melalak... apakah mungkin saya mampu meninggalkannya? Walaupun hubungan kami baru saja hendak mencecah setahun, namun saya sangat mencintainya.

Saya menyesal tidak membawa V ke hospital ketika saya berada di Malaysia dua bulan lalu. :'(

Keempatnya, saya kini merasa liat untuk kembali ke sekolah semula. Hahaha. Buku-buku pun saya tidak beli lagi. Selagi saya tidak selesai mengemas rumah, jangan haraplah saya mahu mula meng-e-Bay atau meng-Amazon buku sekolah untuk semester ini.

Sekian saja untuk post yang panjang berjela kali ini...



PS: Untuk pengetahuan, V iaitu teman lelaki yang saya sebutkan di atas adalah laptop saya.

Friday, August 6, 2010

Say It Isn't So

Assalamualaikum.

This is my last entry before taking off this Saturday.

Oh tidak. Sedihnya.

Hopefully things won't be as hard as they were before! Insya-Allah.

Sedihnya.

Oh tidak. Mana boleh sedih...

Sebab ini medan jihad saya.


PS: 32 jam flight. Confirm leper aku dibuatnya... korang ingat US tu dekat ke? Huh? Huh?

Wednesday, August 4, 2010

How do you know?

Assalamualaikum.

A couple of years ago I read an article about Avril Lavigne. She was sort of being interviewed about her second album and stuff... and I still remember a line she said:

"When I listen to my previous album, I'll be like, oh my God, I sound like a little kid."

You know what? That's what I've been thinking of THIS blog. All my posts... I mean, most of them anyway, are immature. So immature. The way I write, the idea that I chose to write about, the way I organise my sentences.

Am I being too paranoid? Tch.

But hey. I guess it is not "abnormal" to sit down and think about the things you've done, and all of a sudden you'll feel like "ya Tuhan, that's so immature of me".

I've done a lot of stupid things, you know. Sometimes I wish I've never ever done them.

Okey, semua orang pun pernah alami situasi macam ni.

Actually there's something I've been thinking of for the past, well, few weeks I guess (which is not related to what I've been babbling about just now).

Okay so here's the question: how do you know if that person is the one? I mean it. How, exactly?

Fast heartbeat? Maybelline blusher? The all-I-can-think-about-is-you thoughts?

And how do you differentiate between a mere crush and a true love?

How do you know whether that person's going to stay by your side no matter what happens?

AND how can you tell whether that person REALLY likes you at all?

Soalan-soalan bodoh.

This is yet another immature post!